makan bersama dengan orang tua yang kebanyakan aku tidak tahu siapa. habis makanan di lanjutkan dengan hidangan penutup mulut. bekombur dengan kakek-kakek yang sedang menceritakan masa muda dan para bapak-bapak yang menganggap dirinya masih 17 tahun.
ku lihat para tamu smakin banyak datang. aku duduk manis di bangku dan di panggil oleh adikku yang bilang bahwa misi 006 ku blom selesai. aku berdiri dengan wajah heran mata tyajam, bibir mnyung dan idung mancung. hehehe, gag lah. aku hanya heran kok tugas negara ku belum selesai.
aku di tuntun ke sebuiah rumah. tuntun ?? acem buta aja aku. aku liat pengantin pria dengan memakai baju adat yang aku agag sedikit bingung baju adat apa itu. ternyata eh ternyata aku di suruh bawak pulut yang di bentuk petak-petak bertingkat yang di tancapkan telur dengan ayam di tengahnya yang di sebut bale.
ketika aku akan mengangkat ini bale kog terasa berat ya, yodah ku angkat aja dengan segenap jiwa dan seganjil angka. berat dan berat itu kata-kata ku yang ada di dalam hati tapi bagus juga sih itung-itung pitness gratiss.
saya beserta rombongan menuju rumah mempelai wanita yang tidak jauh dari sana. membawa bale dan kebingungan, itulah kerjaan ku saat itu. paling depan dan membawa bale yang cukup menguras air, eh menguras tenaga maksudnya kebingungan tidak tau arah. seperti orang buta di lepas di jalan raya ajah.
aku di suruh menuju tempat pelaminan untuk meletakkan bale di dalam. aku masuk dan melihat ibu-ibu berbaju ijo sedang berdiri berbaris dan menyanyikan marhaban. acem menyambut tamu kehormatan aja ah, biasa aja lah buk gag usah pake acara gtu. hhe
aku letakkan bale dan akan beranjak keluar, tetapi jalan tertutup oleh rombongan kami yang masuk ke ruangan itu. satu kata yang ingin ku ucapkan melalui mikropon mesjid yaitu PANAS . huh. aku kejebak tidak tau mau kemana ibu-ibu masuk dan sudahlah aku terperangkap di dalamnya. sungguh menyedihkan.

beeeh.........
BalasHapuspengalaman yang menarik ma mennn